Selesai.

Aku bisa melihatmu dengan sudut pandangku tanpa kau tahu. Dan kamu pun melihatku dengan sudut pandangmu tanpa ku tahu. Tapi itu dulu. Sekarang kita sudah punya jarak yang terbilang jauh. Ranah kita sudah berbeda. Aku yang sudah tidak bisa tahu apa-apa lagi mengenai dirimu. Aku yang mau tidak mau memilih pasrah atas keterpisahan jarak ini. Dirimu pernah mengatakan, “Jangan pasrah seperti inilah”. Namun memngnya apalagi yang bisa kuperbuat. Aku sudah tidak bisa punya andil berbuat apapun. Bahkan untuk menyapamu saja sudah tak bisa. Arahku mati. Radarku ke kamu sudah eror. Aku belum tahu cara memperbaikinya seperti apa. Terakhir kali aku sudah bertanya, Aku harus bagaimana?”. Dan kamu malah menjawab, Terserah kamu saja.”. Buntulah aku. Apa kamu tak sadar itu membuatku kesulitan untuk merangkai kata selanjutnya? Aku tak tahu lagi cara untuk memulainya. Berharap pun rasanya sudah tak ada harapan lagi. Berharap aku bisa mengusaikan begitu saja semua perasaan terhadapmu ini.

-22/12/2016-

Komentar