Putri dan Ranting
Namanya Putri Malu. Sebut saja begitu. Putri mengagumi seseorang. Namanya Ranting. Sebut saja begitu. Putri mengenalnya, begitu juga Ranting. Mereka satu sekolah. Di sela istirahat, Putri bertemu dengan Ranting, di kantin. Saat Putri mau membayar makanan, Ranting sigap membayarkan makanan Putri. Tanpa ijin kepada Putri, Ranting menyodorkan uang ke penjual. Putri tidak bisa berfikir sesaat, ia merasa terbang, lalu terkatup disentuh kisah ini. Putri berusaha biasa saja. Padahal hatinya sudah lebur. Ranting memang baik. Tetapi baiknya Ranting bagi Putri adalah sesuatu. Mungkin bagi orang hal ini biasa saja. Namun bagi Putri yang mengagumi Ranting, ini hal yang luar biasa membuatnya gugup. Putri berusaha menutupi kegugupannya dengan diam. Karena Putri tidak tahu harus bersikap bagaimana. Lalu mereka makan bersama. Tidak banyak kata. Hanya bicara seperlunya. Banyak memfokuskan ke makanan masing-masing. Putri merasa hanya dengan Ranting, ia jadi sangat diam. Bisa bersama Ran...