Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2019

Putri dan Ranting

Gambar
Namanya Putri Malu. Sebut saja begitu. Putri mengagumi seseorang. Namanya Ranting. Sebut saja begitu. Putri mengenalnya, begitu juga Ranting. Mereka satu sekolah. Di sela istirahat, Putri bertemu dengan Ranting, di kantin. Saat Putri mau membayar makanan, Ranting sigap membayarkan makanan Putri. Tanpa ijin kepada Putri, Ranting menyodorkan uang ke penjual. Putri tidak bisa berfikir sesaat, ia merasa terbang, lalu terkatup disentuh kisah ini. Putri berusaha biasa saja. Padahal hatinya sudah lebur. Ranting memang baik. Tetapi baiknya Ranting bagi Putri adalah sesuatu. Mungkin bagi orang hal ini biasa saja. Namun bagi Putri yang mengagumi Ranting, ini hal yang luar biasa membuatnya gugup. Putri berusaha menutupi kegugupannya dengan diam. Karena Putri tidak tahu harus bersikap bagaimana. Lalu mereka makan bersama. Tidak banyak kata. Hanya bicara seperlunya. Banyak memfokuskan ke makanan masing-masing. Putri merasa hanya dengan Ranting, ia jadi sangat diam. Bisa bersama Ran...

Bapak

Gambar
Dari mana aku ingin memulai agar semua bisa tahu kalau ada seorang yang sangat baik di dalam hidupku. Sejak kecil, ia mengajariku secara tidak langsung. Sebab ia mengajari dalam diamnya kata tetapi banyak kerja. Tentunya perlakuan bapak itu penuh kasih sayang.  Yang kuingat, saat aku masih SD, tubuhku masih mungil, saat jam sudah menunjukkan pukul enam tetapi aku masih tidur, Padahal aku harus ke sekolah, bapak yang membangunkanku. Bukan dengan teriakan, bukan dengan siraman air. Tetapi dengan suara motor, biasanya motornya akan dihidupkan, dan biasanya aku bangun dengan itu.. Aku yang dengan malas membuka mata dan dengan berat sekali untuk duduk membangunkan diri dari tidur nyenyak. Disitupun bapak masih menungguku untuk seratuspersen bangun. Lalu bapak menawarkan punggung nya untuk menggendongku sampai ke kamar mandi. Bapak selalu siap sedia dan tidak pernah absen untuk mengantarku ke sekolah. Bapak itu orang yang pertama kali bangun di pagi hari. Biasanya ia langsung ...

Ibu

Kali ini aku ingin sekali membahas orang nomer satu dihidupku. Di perantauan ini aku merasa sangat merindukannya. Tempat dimana pertama kali aku bertumbuh. Orang yang selalu paling cerewet, selalu membuat suasana rumah tidak pernah tenang. Kebersihan rumah adalah hal utama yang menjadi perhatiannya. Jika rumah tidak dibereskan sudah pasti tingkat kecerewetannya akan seribu kali lipat lagi. Jika segala mainan yang kumainkan tak kurapihkan mungkin telingaku akan memerah terkena serangan jewernya. Tumpukan cucian piring tak dicuci, pasti akan mengomel sepanjang hari. Omelan takkan berhenti, sampai sore menjelang malam ketika sedang duduk bersama menonton tv sambil memakan cemilan,"Anak gadis itu ya harus bisa gesit, jangan semua mengandalkan ibunya. Memangnya nanti kalau sudah punya suami mau membiarkan rumah berantakan. Bisa ditinggal suaminya nanti." Dan bla bla bla, mungkin aku hanya ingin menikmati gorengannya saja. Sudah tak acuh lagi, sudah aku dengar berulang-ulang kali....

Jakarta

Gambar
  Q : Mau ngapain kamu di Jakarta? A : Pengen ke Istora. Nonton Badminton. :') yashh, ke Istora sudah. nonton idola pun sudah. Maka dari itu, sepertinya di Jakarta nya pun akan kusudahi. thankyou Jakarta. sudah memberikan banyak hal untuk diri ini.   tapi, aku ingin move on lebih lagi. menunggu sampai beberapa bulan lagi aku akan menikmatinya di kota ini doakan aku bisa lebih baik dari ini.  setidaknya, awal datang aku bahagia, jadi diakhirinya pun harus bahagia meski di tengahnya ada jatuh bangun tapi ku yakin semua ada hikmahnya :) semoga aku balik lagi, bisa ke istora lagi dengan suasana yang berbeda loveyoujakarta

Badminton

Gambar
aku yang lupa waktu atau waktu yang berjalan terlalu cepat sewaktu aku masih kecil, diajak bapak nonton badminton di tv  aku langsung mengagumi permainanmu aku melihat aksimu kala itu dari caramu memainkan raket itu dari caramu menguasai lapanganmu dari cara kekesalanmu saat melakukan kesalahan dari caramu tetap bersemangat dari caramu menatap lawanmu dari caramu bertekad menang dari semua ambisimu dan dari caramu yang mampu membalikkan keadaan di saat poin sudah di ambang tamat Wow sejak itu aku selalu menunggu setiap pertandingan itu lagi sampai aku sebesar ini semangatmu itu sungguh mengesankan tetapi waktu bergulir terlalu cepat waktu sudah menunjukkan saatnya kamu menyudahi akhirnya kamu menggantung raketmu sudah tidak ada lagi yang biasanya aku tunggu tetapi mungkin waktu juga sudah tahu bahwa aku pun sudah besar saatnya aku memilih jalanku sendiri tanpa ada pengaruh dari siapapun permainanmu itu, sudah banyak me...

Siswa Pertamaku Akan UN

Punya Murid I Kali ini mau bahas mengenai krucil-krucil aku. Mulai mengajar dari th 2017 akhir sampai 2019 saat ini. Semoga tahun ini adalah tahun terakhir mengajari anak orang. Saya merasa cukup sudah ngajar anak orang dan besar keinginan tahun depan mengajari anak sendiri wkwkw Mengajar ada suka dukanya. Karena mengajar dalam bidang bimbel ( bimbingan belajar) jadi banyak dukanya, disini murid kan adalah rajanya sedang kita ditekankan bisa menguasai seluruh materi. Tetapi dimana disana ada anak sekolah disana pula ada cerita yang dramatis. Momen terindah kan masa masa di sekolah. Bisa berkumpul dan bercengkrama dengan anak muda membuat diri ini selalu terasa muda. Banyak anak bandel tapi banyak juga anak asik. Berbagai model anak sudah pernah saya rasakan. Dari tipe super malas cuma mengerjakan satu dua nomer sampai tipe super rajin yang sampai saya bingung mau kasih soal dari mana lagi!  Tapi dari sekian banyak tipe itu saya mau cerita anak anak versi kelas 12. Yang dimana m...