Ibu
Disempitnya malam kusempatkan sedikit untuk bercerita.
Mengenai kesibukan yang sedang kuderita.
Mencoba menghindar dari segala kudeta.
Yang membuat onar dan menjadi banyak salah prasangka.
Ibuku yang nan jauh disana.
Merindu berharap ingin bertemu.
Melangsa merana tak tahu arah kemana.
Yang ada malah hanya sampai ke sudutnya pintu.
Tak lupa kembali merasakan jaman modern
Ku suguhkan saja remot ku dengan pulsa
Lalu kukunjungkan nomer demi nomer yang tertera
Menghubungi malaikatku yang sedang merindu itu.
Satu dua detik hingga yang keseribu
Akhirnya aku mendengar suaramu
Saling menyalamkan sejahtera dan keselamatan
Karena kita tetap tak boleh lupa ajaran.
Banyak hal yang kau lontarkan
Kewalahan aku menjawab Segala rentetan pertanyaan
Hingga usai menutup aku sesenggukan
Karena aku tahu, kata-katamu sunggu menyimpan rasa sayang yang dalam.
Sedikit terngiang ngiang dalam lubuk hati
Akan suatu pernyataan mu itu tadi
Bahwa bila ku kesusahan ceritakan saja secara rinci
Agar tak ada beban yang harus di tampi
Dan dia siap membantu segala cara untuk memenuhi
Padahal aku tahu dia lebih kesusahan
Bisa bisanya dia berkata seperti yang berkesudahan
Seakan akan dia sendiri sedang tak menanggung beban
Sungguh, sungguh sangat mulia dirimu.
Aku sangat malu bila aku tak bisa membelamu dan menjagamu.
Entah orang berpikir apapun tentang dirimu.
Tapi, dirimu sungguh sangat mulia di mataku.
Salam cinta dan rindu
Dari anakmu, Ibu
Mengenai kesibukan yang sedang kuderita.
Mencoba menghindar dari segala kudeta.
Yang membuat onar dan menjadi banyak salah prasangka.
Ibuku yang nan jauh disana.
Merindu berharap ingin bertemu.
Melangsa merana tak tahu arah kemana.
Yang ada malah hanya sampai ke sudutnya pintu.
Tak lupa kembali merasakan jaman modern
Ku suguhkan saja remot ku dengan pulsa
Lalu kukunjungkan nomer demi nomer yang tertera
Menghubungi malaikatku yang sedang merindu itu.
Satu dua detik hingga yang keseribu
Akhirnya aku mendengar suaramu
Saling menyalamkan sejahtera dan keselamatan
Karena kita tetap tak boleh lupa ajaran.
Banyak hal yang kau lontarkan
Kewalahan aku menjawab Segala rentetan pertanyaan
Hingga usai menutup aku sesenggukan
Karena aku tahu, kata-katamu sunggu menyimpan rasa sayang yang dalam.
Sedikit terngiang ngiang dalam lubuk hati
Akan suatu pernyataan mu itu tadi
Bahwa bila ku kesusahan ceritakan saja secara rinci
Agar tak ada beban yang harus di tampi
Dan dia siap membantu segala cara untuk memenuhi
Padahal aku tahu dia lebih kesusahan
Bisa bisanya dia berkata seperti yang berkesudahan
Seakan akan dia sendiri sedang tak menanggung beban
Sungguh, sungguh sangat mulia dirimu.
Aku sangat malu bila aku tak bisa membelamu dan menjagamu.
Entah orang berpikir apapun tentang dirimu.
Tapi, dirimu sungguh sangat mulia di mataku.
Salam cinta dan rindu
Dari anakmu, Ibu
-naru/ lupa kapan gak ada tandanya-
Komentar
Posting Komentar
(: