Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Telat Naik Bus

Tahun 2017 Malam itu, saya bersiap siap pergi ke stasiun gambir. Berencana pulang ke rumah. Jam 10pm bus akan berangkat. Pukul 9.30pm sudah siap, dan sedang menunggu abang ojek yang akan mengantarkan. Sekadar bawa barang seadanya dengan tas biru-hijau kesayangan sama 1 kardus ajalah. Sesampainya abang ojek, sudah jam 9.35pm tepat saat saya ingat bahwa tiket saya masih dimeja. Saya minta ijin, berlari mengambil tiketnya. Selepas itu, saya meminta abang ojek untuk kebut sekebutnya, takut tertinggal. Akhirnya 10.05pm saya sampai di gambir. Telpon berdering. "Halo , saya dari damri, mb dimana mb?" "Iya sebentar saya lg jalan sudah di gambir." "Lha bis nya sudah berangkat mb." "Haaaa becanda pak." Kan biasanya bapaknya suka bercanda gitu kan. "Iya beneran sudah berangkat. Dari td ditelp tidak diangkat." "Saya lg dijalan pak." Saya matikan telponnya karna saya bawa barang, repot. Saya agak berlari susah payah agar segera...

Rumit

Mungkin mereka tak ada yang mengerti tentang takdir yang kuhadapi, mungkin mereka menganggap hidupku kaku dan membosankan. Kadang aku ingin mereka tahu tentang apa yang kuhadapi, namun aku juga tak ingin mereka tahu. Aku ingin mereka tak tahu apapun tentangku. Cukup aku saja. tapi aku juga ingin dipahami, begitulah aku, rumit. Dia adalah "Aku". Semakin ku mengenal dia, semakin aku tidak mengerti tentang dia, namun aku dapat memahaminya. Banyak hal yang orang lain tidak akan mengetahuinya, apalagi mengerti, mungkin hanya orang tertentu. Dimana ada banyak pelajaran yang bisa dipahami tentunya.  Aku tahu itu. Tak apa, tak perlu dijelaskan panjang-panjang, karena beginipun sama sepertiku, aku tak suka menjelaskan panjang-panjang, aku juga tidak ingin oranglain tahu, meski aku ingin dipahami. Jadi meski aku tak tahu, aku bisa memahaminya. Dan pun mungkin dirimu bisa paham. karna dia adalah aku sendiri. Tapi memang kadang lebih baik mereka tidak paham sama sekal...

Yogurth

Dalam kelas yang sedang riuh, aku yang lagi asyik dipojokkan dengan kertas tugas, tiba-tiba dia menghampiriku. Membawa sebungkus yogurt. “Nih ambil!” katanya, sambal menyodorkan yogurthnya. Kulihat tangan satunya memegang yogurt yang satu lagi, sudah diminum setengah. Aku menatapnya, sedikit bingung. “Ini.” Katanya sekali lagi, dan aku mengambil tawarannya. Tanpa sempat berucap, dia pergi begitu yogurthnya sudah berpindah ke tanganku. Padahal belum berterimakasih.  Lebih terheran lagi, dari sekian banyak manusia yang ia lewati, ternyata ia malah menujuku, yang bahkan lagi duduk di pojok jauh dari pintu keluar. Aku kembali berpura-pura sibuk dengan kertas-kertas yang ada di hadapanku, sambil kucicipi pemberian pertamanya itu. Bila didalam kelas sedang tidak ada orang, pasti aku sudah berjingkrak-jingkrak kegirangan, untung aku masih bisa terkendali. Mungkin ini hanyalah sebungkus plastik yang kecil, tidak seberapa, namun jika itu dari dia, maka tentu nilainya sangat berbeda. Pem...

No Title

sudah lama sekali tidak mencoret kertas :' Ilusiku sudah menjadi nyata Aku sudah bangun dari mimpi Dan dia sudah pergi mengikuti arah matahari terbit Sedang aku disini tenggelam dalam malam Mengikuti bayang yang harus kutelan Jangan tanya kabar hatiku Ia telah tiada Aku ingin melanjutkan perjalananku , mencari mimpi yang baru. Sayang ternyata bayang kenangan masih menggelandang tak mau diatur, maunya berkeliaran Sudut bilang jangan kesini namun magnet menarikku, tenggelam aku kelam.. Leburan sedih memenuhi di setiap sela sendi Biar aku adukan kepada langit Masa esok itu lebih berarti Mudah bicara namun, Lepaslah, Lepas sajalah. jangan terlalu tersudut, takut nanti terjatuh jauh..