Postingan

Menampilkan postingan dari 2024

NEGERI TANPA WARNA

Ketika alam terbentuk. Benturan yang sangat besar menjadikan puing puing terpisah jauh. Masing-masing memiliki kehidupannya sendiri. Terbentuk sebuah negeri. Negeri yang hidup tetapi seperti mati. Coraknya hanyalah hitam dan putih. Sebenarnya hampir sama seperti di tempat lain. Pohon pohon berdiri tegak, angin berhembus menghempas dedaunannya. Hanya saja, hanya hitam dan putih yang dapat dipandang. Mereka menyebut lokasinya : Negeri Tanpa Warna.  Terletak di pinggiran utara. Negeri Tanpa Warna tersebut memiliki hutan lebat dengan sisinya berupa sungai  panjang yang membatasi hutan tersebut dengan desa lain yang menjadi desa tetangganya.  Di selanya, berdirilah sebuah gubuk tidak begitu besar namun tempatnya mampu menampung empat bersaudara. Mereka terkenal sebagai orang terkuat di pemukiman mereka. Dari yang paling tua bernama Floro. Posturnya kecil. Ia memiliki kharismatik yang khas, membuat banyak orang segan mendekat. Saudara kedua bernama Kloro. Kloro sangat bersih. I...

Negeri Angin

Angin selalu berhembus disini. Aku sedang duduk santai memandang baling-baling bekerja untuk menghidupi kota ini. Dari baling-baling inilah tempat tinggalku dapat hidup. Baling-baling itu sangat besar, terdapat tiga sayap utama berhorizontal yang berputar melingkar menghadap ke atas, tengahnya terdapat sumbu putarnya. Aku selalu merasa heran, mengapa baling-baling itu tak pernah berhenti berputar. Kata orang-orang, baling-baling itu adalah nyawa kami yang bila kita cabut dari akarnya maka kita semua akan mati. Dan tidak boleh ada seorang pun yang coba-coba untuk mendekatinya, selain betapa kencang kekuatan angin disana, juga terdapat lubang yang besar tepat di bawah sumbu putar baling-baling itu. Terlihat dari jauh memang ada lubang yang gelap sehingga nampak menyeramkan dan penduduk kota menamainya sebagai Lubang Hitam. Pernah dulu ada seorang wanita yang mendekati ke sana dan dia tak pernah kembali lagi. Semua itu masih menjadi misteri bagi kota ini. Di sekolahku juga terdapat pe...

NYAMUK

Suatu waktu ada sepasang nyamuk, nyamuk bersungut panjang dan satunya nyamuk yang bersungut pendek, sedang mencari makan bersama. Mereka mencari celah-celah melewati ventilasi berusaha untuk dapat masuk ke kamar dimana santapannya berada. Darah segar dari tubuh manusia. Beruntungnya mereka menemukan manusia yang sedang tertidur pulas dengan kulit tangannya yang terbuka tanpa dilindungi apapun, sehingga membuat nyamuk-nyamuk ini girang sekali. Mereka pasti dapat pulang dengan perut kenyang. “Haha, aku akan santap selahap yang kubisa sampai aku kenyang.”, kata nyamuk sungut panjang. “Kau jangan rakus, nanti kau keberatan badan.”, nyamuk sungut pendek mencoba member nasihat pada nyamuk sungut panjang yang rakus itu. “Hah, kau pasti iri kan karena sungutku lebih panjang sehingga lebih mudah untuk mengambil makanan.”, bentak nyamuk sungut panjang. “Aku hanya ingin memberi nasihat padamu!”, jawab nyamuk sungut pendek. Nyamuk sungut panjang pun menghiraukan perkataan kawannya dan langsung...

Ayam dan Burung Kecil

Suatu hari, tinggalah di hutan sebuah keluarga ayam hutan. Ada bapak ayam, ibu ayam, dan dua anaknya. Anak-anak dari bapak dan ibu ayam ini masih kecil-kecil. Mereka baru menetas beberapa saat yang lalu. Untuk itu, bapak ayam ini sangat berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, apalagi sudah ditambah dengan dua anaknya yang imut dan lucu. Bapak ayam harus mencari makanan untuk memenuhi kebutuhan gizi buah hatinya. Sedang ibu ayam yang bertugas menjaga rumah mereka dan anak-anaknya. Pagi-pagi sekali bapak ayam sudah berkokok, pamit pada istri tercintanya,”Aku pergi dulu ya, doakan aku pulang dapat membawa banyak makanan.” Bapak ayam ini pun mulai menyusuri hutan untuk mencari apa yang bisa dimakan. Biasanya ia akan menemukan biji-bijian yang sudah jatuh dari pohonnya. Tapi setelah lama ia berjalan, ternyata ia belum menemukan makanan yang layak dimakan. Ada beberapa buah-buahan namun sudah tidak bisa dimakan karena keras, dan itu tidak bisa ia beri kepada kedua anaknya ...

Bulan dan Bintang-Bintang

  Di setiap malam yang dingin, Bulan selalu mengadu pada langit,”Mengapa aku diciptakan seorang diri? Mengapa tak ada bulan-bulan yang lain?”. Bulan selalu merasa kesepian, tak ada kawan karena memang Bulan tercipta hanya sebuah Bulan. Tak ada yang bisa ia ajak bercengkerama, menikmati di setiap malam yang ada. Sedang satu sisi lain, Bintang mengadu pada langit,”Mengapa Langit, memang begitu banyak Bintang-Bintang yang lain, namun aku tetap merasa sepi? Tak ada satupun Bintang yang bisa kuajak bicara.”. Semua Bintang-Bintang itu terlalu sibuk dengan dirinya masing-masing. Dari sekian banyak bintang-bintang, tak ada satu cuappun yang mereka celotehkan bila malam. Jadilah sebab malam terasa sepi senyap. Malam begitu gelap. Bulan tak pernah mengeluarkan cahayanya. Karena ia merasa bersedih hati. Bintang tak berkelip kelip karena mereka tak pernah berkomunikasi satu sama lain. Adalah Langit yang akhirnya bosan melihat tingkah Bulan dan Bintang. Adalah Langit yang merasa sakit m...