Bulan dan Bintang-Bintang
Di setiap malam yang dingin, Bulan selalu mengadu pada
langit,”Mengapa aku diciptakan seorang diri? Mengapa tak ada bulan-bulan yang
lain?”. Bulan selalu merasa kesepian, tak ada kawan karena memang Bulan
tercipta hanya sebuah Bulan. Tak ada yang bisa ia ajak bercengkerama, menikmati
di setiap malam yang ada.
Sedang satu sisi lain, Bintang mengadu pada
langit,”Mengapa Langit, memang begitu banyak Bintang-Bintang yang lain, namun
aku tetap merasa sepi? Tak ada satupun Bintang yang bisa kuajak bicara.”. Semua
Bintang-Bintang itu terlalu sibuk dengan dirinya masing-masing. Dari sekian
banyak bintang-bintang, tak ada satu cuappun yang mereka celotehkan bila malam.
Jadilah sebab malam terasa sepi senyap. Malam begitu
gelap. Bulan tak pernah mengeluarkan cahayanya. Karena ia merasa bersedih hati.
Bintang tak berkelip kelip karena mereka tak pernah berkomunikasi satu sama
lain.
Adalah Langit yang akhirnya bosan melihat tingkah
Bulan dan Bintang. Adalah Langit yang merasa sakit melihat betapa gelapnya saat
malam tiba. Langit pun akhirnya memiliki ide untuk pemecahan masalah Bulan dan
Bintang-Bintang.
“Hai Bulan, maukah kamu menyapa Bintang. Aku yakin
kamu takkan pernah merasa sepi lagi. Ada Bintang yang akan menjadi temanmu di
malam hari. Kamu tidak sendirian, percayalah. Aku yakin Bintang-Bintang pasti
akan mau menjadi temanmu.”, nasihat Langit pada Bulan.
“Hai Bintang, sapalah teman-temanmu semua. Mereka diam
karena kamu pun diam. Aku akan memberitahu pada semua Bintang agar mereka
menjawab sapaanmu.”, nasihat Langit pada Bintang.
Bintang dan Bulan pun menuruti apa kata Langit, mereka
mulai mencoba untuk menyapa. Bintang menyapa teman-temannya, dan benarlah
Bintang-Bintang yang lain pun menyambut sapaannya. Bulan pun memberanikan diri
menyapa Bintang, dan Bintang pun mau diajak bicara dengan Bulan. Mulai saat
itu, Bulan dan Bintang-Bintang bahkan melebur menjadi satu. Mereka tak sungkan
lagi untuk bercanda, membicarakan dirinya, maupun membicarakan isi dunia. Kini
Bulan tak pernah merasa sepi dan tak merasa sendiri, ia selalu bercahaya,
karena lewat cahayalah ia berbicara. Bintang pun tak merasa sepi, ia selalu
mengerlipkan cahayanya, petanda ia sedang bercengkrama dengan Bintang-Bintang
yang lain.
Langit merasa senang sekali. Karena dunianya sudah
tidak menjadi gelap gulita lagi, dan berganti dengan kemeriahan malam yang
cerah. Dengan hiasan kerlap-kerlip bintang-bintangnya.
Seperti inilah. Hidup memang tidak bisa sendiri. Pasti
membutuhkan teman yang mengisi hari-hari agar tak jemu. Dari sapaan kecillah,
maka akan menghasilkan koneksi kehidupan yang indah. Karena hidup seorang diri
itu tidaklah mudah. Mulailah dengan menyapa. Mulailah dengan bertanya kabar.
Mulailah dengan senyuman.
-NARU - 2017-
Komentar
Posting Komentar
(: