Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Pulpen dan Pensil

Gambar
Alkisah, di sebuah Negara Kertas, yang memiliki dua kota besar yang saling berdampingan, yakni kota yang bernama Kota Pulpen dan Kota Pensil. Kota pulpen adalah kota dimana semua dapat diwujudkan dengan pulpen. Sedang kota pensil adalah kota dimana semua dapat diwujudkan dengan pensil. Hanya dengan menggambar menggunakan pulpen atau pensil tersebut mereka dapat membangun gedung-gedung, membangun jembatan, membuat kendaraan, maupun membuat makanan yang akan mereka makan. Semua terbuat dari pulpen atau pensil yang mereka produksi sendiri. Hanya di Negara kertas inilah semua itu dapat terjadi. Sayangnya, ada perbedaan di kedua kota tersebut. Kota Pensil adalah kota yang sangat rapi, nyaman, dan bersih. Semua bangunannya terlihat indah. Penduduk yang tinggal di Kota Pensil selalu menyenangkan. Berbeda halnya dengan Kota Pulpen, disana sangat kotor, banyak sekali coret-coretan yang tidak enak dilihat tersebar di jalanan. Bangunan-bangunannya tidak terstruktur rapi. Setiap hari selalu...

Ageng Pramudayu

Gambar
Seorang wanita cantik yang lahir di tengah hutan. Keluarganya sangatlah sederhana. Ia tinggal bersama ayah dan ibunya. Hanya mereka bertiga di tengah hutan. Untuk memenuhi kebutuhan mereka biasanya menanam apa yang bisa dimakan. Seperti umbi umbian atau sayur yang tumbuh di dalam hutan. Terkadang ayahanda pergi sesekali ke luar untuk mencari kebutuhan lain. Ayahnya tak mungkin bisa membeli, biasanya jika ingin keluar maka mereka akan membuat barang yang bisa digunakan orang lain sehingga laku dijual. Lalu ayah akan barter dengan barang lain. Ageng tak pernah sekalipun keluar dari hutan itu. Ia dan ibunya selalu bersama sama di rumah atau jika pergi hanyalah sekadar berkebun di samping rumah. Setiap malam disaat ayah dan ibunya telah terlelap kelelahan Ageng akan naik ke atap rumah dimana di atap tersebut Ageng bisa menatap puas bintang-bintang yang ramai di langit. Ageng menatap dengan penuh kehampaan. Menghitung hitung untuk menghilangkan perasaan kosong itu. Terlalu banyak ya...

Jagoan

Gambar
  Di desa kecil di pinggir hutan, tinggalah seorang laki-laki yang tinggal bersama Bundanya. Ayahnya meninggal beberapa tahun setelah ia lahir. Kuron namanya. Anak yang patuh dan rajin bekerja, karena mau tidak mau ia telah menjadi punggung menggantikan ayahnya. Ia harus menghidupi dirinya dan juga sang bunda. Sedari kecil, ia bekerja di ladang milik tetangganya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Merawat ladang penuh ketekunan meski bukan miliknya. Begitulah ajaran Bunda yang selalu ia tanam. Hingga besar ia sudah biasa melakukan banyak pekerjaan. Mecangkul, menanam, memilah milih saat panen tiba. Pemilik ladang sangat senang memiliki pekerja seperti Kuron. Kuron memang pekerja rajin yang sering dituai pujian. Namun, sebenarnya ia menggenggam kelam masa kecil yang masih ia rasakan. Anak dari tetangga yang sebaya dengannya, Supri. Entah kenapa Supri sangat tidak menyukai Kuron. Supri adalah anak juragan kaya raya di desanya. Memiliki teman setia yang juga menjadi anak...

Putri dan Ranting

Gambar
Namanya Putri Malu. Sebut saja begitu. Putri mengagumi seseorang. Namanya Ranting. Sebut saja begitu. Putri mengenalnya, begitu juga Ranting. Mereka satu sekolah. Di sela istirahat, Putri bertemu dengan Ranting, di kantin. Saat Putri mau membayar makanan, Ranting sigap membayarkan makanan Putri. Tanpa ijin kepada Putri, Ranting menyodorkan uang ke penjual. Putri tidak bisa berfikir sesaat, ia merasa terbang, lalu terkatup disentuh kisah ini. Putri berusaha biasa saja. Padahal hatinya sudah lebur. Ranting memang baik. Tetapi baiknya Ranting bagi Putri adalah sesuatu. Mungkin bagi orang hal ini biasa saja. Namun bagi Putri yang mengagumi Ranting, ini hal yang luar biasa membuatnya gugup. Putri berusaha menutupi kegugupannya dengan diam. Karena Putri tidak tahu harus bersikap bagaimana. Lalu mereka makan bersama. Tidak banyak kata. Hanya bicara seperlunya. Banyak memfokuskan ke makanan masing-masing. Putri merasa hanya dengan Ranting, ia jadi sangat diam. Bisa bersama Ran...

Bapak

Gambar
Dari mana aku ingin memulai agar semua bisa tahu kalau ada seorang yang sangat baik di dalam hidupku. Sejak kecil, ia mengajariku secara tidak langsung. Sebab ia mengajari dalam diamnya kata tetapi banyak kerja. Tentunya perlakuan bapak itu penuh kasih sayang.  Yang kuingat, saat aku masih SD, tubuhku masih mungil, saat jam sudah menunjukkan pukul enam tetapi aku masih tidur, Padahal aku harus ke sekolah, bapak yang membangunkanku. Bukan dengan teriakan, bukan dengan siraman air. Tetapi dengan suara motor, biasanya motornya akan dihidupkan, dan biasanya aku bangun dengan itu.. Aku yang dengan malas membuka mata dan dengan berat sekali untuk duduk membangunkan diri dari tidur nyenyak. Disitupun bapak masih menungguku untuk seratuspersen bangun. Lalu bapak menawarkan punggung nya untuk menggendongku sampai ke kamar mandi. Bapak selalu siap sedia dan tidak pernah absen untuk mengantarku ke sekolah. Bapak itu orang yang pertama kali bangun di pagi hari. Biasanya ia langsung ...