Postingan

Menampilkan postingan dari 2025

1

 Sembunyi Di balik bilik bingkai kaca Terlihat gambaran sederhana Aku menatapnya sejenak Bergeming dalam duka Ada rasa yang meresap Mengiris yang telah terluka Adakah aku menyimpan obat Aku terburu-buru untuk menelannya Kutunggu.. sedetik . Dua detik.  Sudahkan aku sehat? Kurasa. Aku sudah mulai lelah. Namun, Aku paham Memang seperti ini Jadi nanti. Saat aku kembali terluka Biar saja Aku yakin bisa kembali lagi  Kubuka lagi pintuku  selama ini tempatku sembunyi. Biar saat ini kubuka Kemudian Untuk kembali lagi.

Semakin Paham

Baru baru ini aku sadar bahwa aku baru saja mulai memahami bahasa. Lebih baik dari saat aku pertama kali mengenal seseorang. Perbendaharaan ku yang masih sedikit. Aku cuma bisa mengagumi seseorang yang berbalas kagum namun terbatas pada kesenambungan pengertian. Oh aku baru sadar. Begitu ternyata.  Dengan waktu yang telah berlalu. Seperti sejarawan yang memahami arca prasastinya. Yang sudah meninggalkan beberapa tahun lalu kisahnya. Namun baru terbaca di tahun ini. Alangkah. Kesialan yang menjelma menjadi sayap yang ingin diterbangkan. Karena sudah tidak ada gunanya memahami kisah masa lalu.  Dengan pikiran yang selalu masih menggali gali sumur masa lalu yang sering berteriak dalam gelapnya. Ternyata telinga masih berfungsi mendengar panggilan dari jauh itu. Tapi buat apa lagi.  Kenapa semakin dewasa sepertinya aku semakin pintar. Aku jadi paham bahwa satu noda baju putihku itu ternyata karna aku menumpahkan saus. Tapi aku baru sadar saat aku mencucinya saat ini. Setelah ...

Jalan berbeda

Tertulis aku sedang tidak bisa berkata Kenapa engkau masih memaksa Padahal jelas sudah pertanyaan  Kalau mau juga tidak apa-apa Namun ternyata ada apanya Padahal aku sudah punya gambar yang jelas antara hitam dan putih  Tetapi malah diberikan abu-abu Jelas aku tidak mau.. Untuk apa? Bertahan selama ini aku untuk siapa? Kenapa melelahkan, tapi aku bilang aku tidak lelah Aku baik-baik saja, dan jangan kasihani aku Terbentang mulus jalan yang kutempuh karena engkau melihat dari jauh Sedang aku yang tertatih menginjak batu kerikil dan panas terik kau tidak tahu Aku kadang bersembunyi dibalik semak kau tidak melihat Kau hanya tau aku berjalan dan terus berjalan . Maafkan akuu Ini salah ku. Sudah cukup.  Aku tidak mau menyalahkan siapa siapa  Apa gunanya? Peluk aku harapan.. Biar aku yang merasakan detik terakhirku. Sudah tiba dan tujuanku menyapa.  Terimakasih ku pada semua haturan doa. Dan maafkan aku atas semua yang aku bebankan. Hingga akhirnya aku pulang . Ke pan...

Airplane Project

Senja ini aku duduk di tengah lapangan luas, menatap keindahan langit sore. Langit yang dihiasi awan menggulung yang disirami cahaya orange matahari. Beberapa menit kemudian, kudapati pesawat menembus awan-awan bergulung itu. Aku suka suasana seperti ini. Aku mencuri waktu, dan menghentikannya, pesawat tepat di atasku pun tertahan, tidak bergerak. Untuk waktu sepersekian detik ini, akan aku manfaatkan. Memori kembali ke masa lalu, flashback. Kenangan itu mulai memutar ulang, menceritakan kisah yang telah terjadi. Sudah beberapa tahun berlalu, ada suka ada duka. Ada tawa yang terlihat, ada pula tangis yang tersembunyi, bisa jadi sebaliknya. Aku ingin menyatukannya, semua memori ini ingin kususun rapi. Boleh jadi karena semua yang terlewati itu berarti, atau Karena terlalu sakit sehingga aku tak bisa menghapusnya. Akan kususun saja, lalu ingin ku kirimkan ke pemiliknya. Supaya dia tahu, bahwa ini sangat berarti.  Pesawat itulah, yang akan memberikan tumpangan pada memori yang akan ku...