Semakin Paham

Baru baru ini aku sadar bahwa aku baru saja mulai memahami bahasa. Lebih baik dari saat aku pertama kali mengenal seseorang. Perbendaharaan ku yang masih sedikit. Aku cuma bisa mengagumi seseorang yang berbalas kagum namun terbatas pada kesenambungan pengertian. Oh aku baru sadar. Begitu ternyata. 

Dengan waktu yang telah berlalu. Seperti sejarawan yang memahami arca prasastinya. Yang sudah meninggalkan beberapa tahun lalu kisahnya. Namun baru terbaca di tahun ini. Alangkah.

Kesialan yang menjelma menjadi sayap yang ingin diterbangkan. Karena sudah tidak ada gunanya memahami kisah masa lalu. 

Dengan pikiran yang selalu masih menggali gali sumur masa lalu yang sering berteriak dalam gelapnya. Ternyata telinga masih berfungsi mendengar panggilan dari jauh itu. Tapi buat apa lagi. 

Kenapa semakin dewasa sepertinya aku semakin pintar. Aku jadi paham bahwa satu noda baju putihku itu ternyata karna aku menumpahkan saus. Tapi aku baru sadar saat aku mencucinya saat ini. Setelah bertahun baju itu tertumpuk tak terlihat dan baru kutemukan.


Perbahasaanku semakin bertambah. Semakin aku paham semakin oh ada rasa yang kurasa aku tidak bisa menggambarkannya.

Yah ternyata aku belum terlalu pintar. Belum tahu gambar apa rasa yang sedang kurasakan. 


Yasudah. Aku tutup lagi. Siapa tau seribu tahun lagi. Aku akan sadar kembali.

Komentar