Benang dan Jarum
Layaknya takdir dari benang yang ternyata jatuh hati
pada jarum, padahal sudah tak mungkin dipertemukan lagi dengan jarum.
Pertemuannya adalah benar-benar yang pertama dan terakhir. Benang yang harus
bertugas ditempat lain dan tak mungkin berlama-lama bersama jarum. Karena
benang dan jarum tidak ditakdirkan bersama.
Benang yang mungkin akan selalu mengutuk kata “rindu”.
Benci tentang pertemuan bersama jarum karena takdir menyambungnya dengan
perpisahan yang mutlak. Namun benang memberikan manipulasi kebencian itu
menjadi syukur dalam keadaan seperti itu. Lihat tugas benang. Adalah benang
yang menyambungkan dirinya sendiri hingga menjadi kain. Adalah benang yang
menyambungkan kain-kain hingga menjadi sesuatu yang tergunakan untuk banyak
hal. Tugasnya adalah menyatukan sesuatu yang terpisah. Padahal dirinya, tidak
menyukai pertemuan.
Tak ada yang punya kuasa akan takdir yang mutlak. Hanya
penerimaan yang bisa dilakukan. Penerimaan itu harus diterima dengan
selapang-lapangnya. Agar hidup ini tidak sia-sia. Agar hidup ini berguna. Bukan
hanya menyalahkan takdir yang ada. Segala yang terjadi pada benang adalah
takdirnya. Segala takdir itu diterima dengan luar biasa. Dan jadilah benang
yang sangat berguna.
-naru, 22/12/2016-
Komentar
Posting Komentar
(: